Google Search

Google Search

Cari lewat google

Article / News

Waspada Difteri

Difteri adalah penyakit infeksi akut pada mukosa saluran pernapasan atau kulit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Dipthteriae terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung juga kulit. Kuman ini akan melepaskan racun ke dalam tubuh manusia.

• Seperti Apa Bahaya Difteri?

Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung & sistem saraf juga dapat menyebabkan kematian (5-10% menyebabkan kematian pada penderitanya).

• Gejala Dan Tanda Infeksi Difteri

Gejala awal difteri menyerupai infeksi virus pernafasan atas, disertai:

    • Demam, menggigil, dan sakit kepala
    • Lemah & lemas
    • Sakit tenggorokan 
    • Suara serak
    • Sulit bernafas atau nafas cepat
    • Leher bengkak
    • Selaput warna abu-abu di tenggorokan dan mudah berdarah

Anda harus menghubungi dokter bila Anda atau anak Anda terkena kontak dengan seseorang yang memiliki difteri. Apabila Anda tidak tahu apakah Anda atau anak Anda telah diberi vaksin difteri atau belum, segera atur jadwal pertemuan dengan dokter.

• Bagaimana Cara Penularan Difteri?

Difteri menular dari manusia ke manusia bila terjadi kontak dengan penderita dan carrier (orang sehat yang terinfeksi difgteri namun tetap bisa menularkan kuman difteri), yaitu melalui:

    • Percikan ludah yang keluar saat batuk atau bersin
    • Kontak langsung dengan permukaan kulit atau luka terbuka
    • Kontak dengan benda-benda yang terkena kuman difteri (mainan, pakaian, kasur, dsb)

• Siapa Saja Yang Beresiko Terinfeksi Difteri?

Populasi yang paling rentan terhadap infeksi adalah mereka yang tidak diimunisasi atau orang yang terpapar dengan orang yang sakit atau carrier (orang yang terinfeksi difteri tetapi tidak menunjukan tanda & Gejala).

• Yang Sebaiknya dilakukan Bila Terkena Difteri

Berikut adalah hal yang perlu Anda lakukan saat terkena difteri:

    • Datang ke pelayanan kesehatan terdekat
    • Penderita harus dirawat di ruang isolasi
    • Istirahat total dan batasi aktifitas fisik hingga sembuh total
    • Hindari kontak dengan orang lain agar tidak turut menyebarkan difteri
    • Kontak erat penderita harus diperiksa juga untuk mengetahui apakah orang itu sudah terkena penyakit difteri

• Cara Mencegah Difteri

Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin. Pastikan anak Anda mendapatkan Imunisasi Lengkap, yaitu 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemofilus Influensa Tipe B) pada usia 2, 3 dan 4 bulan.

Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali. Ini juga termasuk untuk orang dewasa.

Selain itu biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir untuk mencegah penularan penyakit, konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral dan konsumsi makanan dengan kandungan asam lemak untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

 

Untuk konsultasi tentang masalah difteri:

dr. Harnel Kathin, Sp.A

Senin - Jumat : 10.00 - 16.00 wib

Sabtu : Perjanjian

Produk / Layanan

Produk / Layanan

Layanan yang kami sediakan untuk anda

Fasilitas pelayanan yang telah disediakan oleh Rumah Sakit Usada Insani untuk melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sudah semakin lengkap dan akan terus berkembang baik sarana, prasarana, dan SDM dalam rangka menghadapi era globalisasi dan era persaingan antar rumah sakit.

Selengkapnya
Artikel / Berita

Artikel / Berita

Sumber berita kesehatan anda

Kami menyediakan berbagai artikel kesehatan yang sangat bermanfaat dan sumber informasi terpercaya bagi hidup anda sehari-hari.
Rubrik artikel ini diisi oleh para dokter yang sudah berpengalaman pada bidangnya masing-masing.

Selengkapnya
Customer Service           Telp : (021) 55752575-77 (Hunting)           Email : humas@rs-usadainsani.com
Copyright © 2012. All Rights Reserved